• Dialogue Communications

Transformasi Peran CMO untuk Bertahan ditengah Krisis




Peran CMO sejak dulu dinilai memiliki tantangan tersendiri, sekarang harus menghadapi tantangan kembar yakni masalah kesehatan dan ekonomi, namun CMO dapat memilih “kekuatan super” nya sendiri.


Chief Marketing Officer atau CMO dikenal sebagai posisi yang sering diberikan tuntutan yang sangat tinggi, namun memiliki akses dan pengaruh yang rendah dalam sebuah perusahaan. Mereka diharapkan untuk memiliki banyak peran sekaligus, menjadi pemenang hati konsumen, menempati garis depan pembela brand, dan harus menjadi pendorong untuk pertumbuhan perusahaan.


Terlebih lagi dalam masa pandemi, para bisnis bekerja keras untuk menemukan strategi dan produk baru, sementara itu CMO diharapkan bisa menghasilkan sesuatu dan membuat rencana pemasaran yang kebal terhadap masalah dan krisis kedepannya. Namun, apakah mereka memiliki dukungan yang mereka butuhkan?


Untuk mengetahui hal tersebut, Deloitte melakukan survey pada anggota dewan dari 50 perusahaan yang termasuk dalam “Fortune 1000 Companies” di Amerika Serikat. Survey ini mencatat bagaimana kondisi para CMO dalam masa pandemi, dan bagaimana mereka tetap bisa menjadi pemimpin yang membawa pertumbuhan bagi perusahaan.


Berdasarkan hasil survey, dikatakan bahwa CMO tidak bisa melakukan semuanya sendirian, maka yang harus dilakukan para CMO adalah fokus pada kekuatan mereka dan harapan dari anggota dewan. Deloitte telah menguji lima jenis peran yang harus dimainkan oleh CMO untuk mendukung mereka.


Peran 1: Pemenang hati konsumen

CMO menjadi wakil dari konsumen dalam sebuah perusahaan. Mereka-lah yang menjadi penyambung suara antara konsumen dengan perusahaan, dan bahkan mereka harus bisa menjadi suara konsumen itu sendiri. CMO harus menempatkan konsumen dalam hati mereka pada setiap keputusan yang mereka ambil.


“You go from marketing to people to mattering to people.” - Think With Google


Peran 2: Pendorong pertumbuhan

Pilihan kedua yang CMO punya adalah untuk memiliki kekuatan dalam bidang kewirausahaan (entrepreneurship). Disini para CMO harus mampu memiliki mindset dari kacamata perusahaan dan memahami semua aktivitas bisnis yang ada. Mereka harus memiliki sifat kepemimpinan dan harus aktif bekerja untuk menghasilkan pertumbuhan yang sangat signifikan terutama terhadap pendapatan perusahaan. Pertumbuhan yang berkepanjangan dan tidak tergoncangkan oleh krisis menjadi tujuan utama dari peran CMO yang kedua ini.


Peran 3: Katalisator inovasi

Kekuatan yang bisa dimiliki oleh CMO adalah salah satunya menjadi katalisator. Dalam kondisi seperti ini, dimana ruang bergerak terbatas, dan prediksi pun tidak dapat dilakukan dengan pasti, CMO diharapkan bisa menjadi katalisator inovasi. CMO harus berani berada di luar zona nyaman dan menciptakan gebrakan-gebrakan baru.


Inovasi dapat dicapai dengan melakukan eksperimen-eksperimen mengenai teknologi, platform dan media pemasaran, serta mengeksplorasi kemungkinan penggunaan teknik yang berbeda yang bisa ditawarkan pada konsumen.


Peran 4: Pembangun kapabilitas

Pada peran ini, CMO harus bisa mengembangkan dan membangun kemampuan dirinya sendiri dan tim. CMO bisa menumbuhkan bisnis dengan menjadi ahli dalam teknologi dan digitalisasi. Karena hal tersebut selalu bergerak cepat perkembangannya, maka kemampuan untuk terus belajar akan menjadi kekuatan bagi para CMO. Membuka mata lebar-lebar terhadap teknologi dan digitalisasi akan memungkinkan CMO memiliki kapabilitas untuk membaca konsumen melalui data dan insights. Kemampuan membaca konsumen juga dapat meningkatkan kapabilitas dari pemasaran yang dipegang oleh para CMO.


Peran 5: Storyteller

Terakhir, kekuatan yang harus dimiliki semua CMO adalah menjadi storyteller. CMO harus mampu menciptakan dan menyampaikan cerita mengenai brand dan perusahaan mereka, yang akan membuat konsumen berpartisipasi dan terikat dengan narasi yang kita sampaikan.


Now is the time

Jadi, para CMO dan pimpinan pemasaran, manakah peran yang seharusnya menjadi kekuatan di tengah krisis seperti ini? Dan peran manakah yang paling diharapkan oleh anggota dewan akan seorang CMO yang ideal? Perbedaan kondisi setiap perusahaan akan membutuhkan peran CMO yang berbeda sesuai dengan kebutuhan perusahaan.


CMO mungkin bisa memiliki dua peran di atas, namun mustahil bagi mereka untuk menghidupi peran kelimanya. Maka penting untuk menyelaraskan peran bersama CEO dan anggota dewan lainnya agar tujuan jangka panjang dapat tercapai dan akan menciptakan kepuasan kerja satu sama lain.


Written by: Shelia Regita Pasaribu


Getting closer to your costumer is important, but letting them get a taste of experience to learn your brand, is beyond greatness. We believe that as customers, could grow accustome to a certain loyalty toward brands. That at least, can be proven on my long lists of personal hygine brands in my bathroom, or basic staple foods in my kitchen! The key is to enabling your brand speaks wisdom and communications may boost the significance even bigger. As public relations agency, we understand the situation that you are going through. Check on our portfolio for ventures who wishes to kickstart the branding and communications strategy within the new normal.

0 comments

© 2018 by Dialogue Communications

World Trade Center (WTC), 10th Floor

Jl. Jendral Sudirman Kav. 29-31

Jakarta, 12920

  • Dialogue Communications
  • dialoguecomms.id
  • DialogueTunes