• Dialogue Communications

Terobosan Raiz Invest Indonesia Dalam Membangun Minat Investasi di Kalangan Milenial

Jakarta, 09 Agustus 2019 – Ekonomi Indonesia digadang-gadang akan mengalami peningkatan pesat berkat bonus demografi nasional. Pemerintah bahkan memiliki visi bahwa Indonesia akan memiliki kekuatan ekonomi digital di tahun 2020 mendatang. Hal ini salah satunya adalah berkat kehadiran generasi muda yang memasuki usia produktif dan dimanifestasikan ke dalam angkatan kerja baru dan pengusaha muda (entrepreneur).


Salah satu faktor yang paling banyak disoroti terkait pertumbuhan generasi muda di usia produktif ini adalah pengelolaan keuangan dan pandangan mereka tentang masa depan finansial yang ideal. Faktor ini menjadi penting karena generasi yang tengah memasuki fase first jobber ini dipandang memiliki banyak keinginan untuk aktualisasi dirinya namun belum menjadikan kemapanan masa depan sebagai prioritas perhatian mereka. Dalam laporan riset independen yang dilakukan oleh lembaga survei berbasis mobile JakPat tahun 20181, generasi milenial Indonesia masih mengandalkan tabungan bank untuk menyimpan kekayaannya.


Sejalan dengan temuan riset di atas, pemerintah melalui Otoritas Jasa Keuangan (OJK) juga menyatakan jumlah investor lokal di pasar modal masih jauh jika dibandingkan dengan total populasi Indonesia. Sebagai ilustrasi, jumlah investor Reksa Dana baru mencapai 1 juta orang atau setara dengan 0,4 persen dari total 260 juta penduduk Indonesia. Hal ini menandakan bahwa masih ada celah antara minat investasi dan akses untuk mendapatkan layanan investasi yang sesuai dengan aspirasi dan kebutuhan generasi produktif ini.


Menurut CEO Raiz Invest Indonesia Melinda N. Wiria, minat investasi akan terbentuk dalam kondisi di mana seseorang melakukannya tanpa merasa terbebani sejak awal.

“Kunci utamanya adalah pola pikir atau mindset. Jika seseorang menyadari bahwa investasi adalah bagian dari kegiatan sehari-hari, maka perlahan namun pasti ia akan beranggapan investasi adalah suatu kelaziman. Namun tentunya hal ini harus didukung oleh inovasi teknologi agar kegiatan investasi menjadi semakin mudah dan makin banyak orang yang bisa terlibat di dalamnya. Hal inilah yang mendasari upaya Raiz untuk menciptakan platform investasi yang mudah di mana akumulasi dari uang-uang kembalian atau receh bisa diinvestasikan ke produk Reksa Dana. Reksa Dana menjadi pilihan karena pembeliannya bisa dimulai dari Rp 10.000 saja dan Reksa Dana merupakan produk investasi yang memiliki diversifikasi risiko,” tutur Melinda.


Raiz Invest optimis bahwa dengan teknologi yang mereka tawarkan, pengelolaan keuangan akan menjadi kegiatan yang mudah, terjangkau dan bermanfaat bagi investor. “Mungkin banyak dari kita beranggapan uang kembalian tidak terlalu signifikan secara nominal, namun melalui aplikasi Raiz yang disambungkan ke alat pembayaran seperti kartu debit atau uang elektronik nantinya, nasabah akan melihat sendiri bagaimana akumulasi belanjaan mereka bisa menjadi investasi yang bernilai. Dari sini kami ingin memupuk minat investor baru tentang kemudahan berinvestasi tanpa harus mengubah gaya hidup. Justru gaya hidup yang sedang dijalani saat ini dapat menjadi pemicu investasi di Raiz,” kata Melinda.


Saat ini Raiz Invest memiliki tiga fitur unggulan untuk memenuhi kebutuhan investasi generasi milenial Indonesia. Pertama adalah skema pembulatan otomatis (round-up). Skema ini akan menggenapkan nilai belanja pengguna di mana pembulatannya akan dicatat di akun Raiz dan jika sudah mencapai nilai minimal investasi, maka secara otomatis akan diinvestasikan ke produk Reksa Dana sesuai profil risiko investor. Melalui mekanisme investasi dari selisih belanja secara otomatis ini, akan terkumpul dana sehingga investor bisa merasakan manfaat dari kegiatan investasi. Lebih lanjut, “sambil membangun kebiasaan berinvestasi, Raiz juga mengedukasi dan merangkul lebih banyak calon investor baru dengan berbagai pengetahuan dan wawasan seputar literasi keuangan,” kata Melinda. Fitur kedua adalah lump-sum atau investasi seketika. Skema ini cocok bagi investor yang memiliki alokasi dana dengan jumlah tertentu dan dimaksudkan untuk investasi. Fitur ketiga adalah recurring investment atau cicilan investasi, di mana pengguna memberikan persetujuan bagi Raiz untuk mendebit rekening bank atau uang elektronik yang telah ia daftarkan ke Raiz dalam jumlah tertentu secara rutin (harian, mingguan, atau bulanan) untuk diinvestasikan ke Reksa Dana.


Selain ketiga fitur tersebut, Raiz juga dilengkapi dengan fitur Saving Goals, di mana pengguna bisa menentukan tujuan finansial dan memonitor perkembangannya. “Semua dilakukan hanya dari smartphone pengguna dan tanpa biaya. Inilah yang menjadi esensi produk Raiz, di mana kami mengajarkan kepada generasi milenial tentang investasi dan pengelolaan keuangan secara mandiri,” tambah Melinda.


Sebagai sosok pemimpin yang telah lama berkecimpung di industri Manajer Investasi dan Reksa Dana, Melinda telah mendalami seluk-beluk peran, mulai dari marketing, sales, hingga business development. Berbekal pengalamannya, Melinda memiliki visi tentang pentingnya memberikan edukasi ke masyarakat bahwa investasi dan pengelolaan keuangan harus dimulai sejak dini, terutama bagi milenial yang sudah mulai mendapatkan penghasilan, mengembangkan karir dan mencapai ambisi hidupnya.


“Poinnya adalah, jangan sampai gaya hidup yang sedang Anda nikmati menjadi penghalang Anda untuk berinvestasi sejak dini, karena dengan semua kemudahan di era digital ini, investasi seharusnya sudah jadi bagian dari gaya hidup Anda, selayaknya kebiasaan minum kopi di pagi hari,” tutur Melinda.


Bagi Melinda, misi inklusi finansial lewat demokratisasi investasi merupakan salah satu faktor utama yang menarik dirinya untuk bergabung dengan Raiz Invest. Di Raiz kami berpandangan bahwa investasi bukan hanya milik orang kaya namun sudah selayaknya bisa dilakukan oleh siapapun. Kami percaya bahwa kemudahan pemakaian aplikasi Raiz dan metode learning by doing akan membantu membentuk kebiasaan berinvestasi,” kata Melinda.


Terkait masalah keamanan, Melinda mengakui perusahaannya sudah memiliki standard operating procedures (SOP) dan mekanisme guna memastikan keamanan data pengguna. “Kami menyadari bahwa sebagai perusahaan tekfin di Indonesia, reputasi perusahaan terkait dengan keamanan sangatlah penting. Untuk itu, aplikasi Raiz Invest dilengkapi dengan beberapa lapisan keamanan mulai dari verifikasi ID, logout otomatis, dan multi-factor authentication. Selain itu Raiz akan secara proaktif menghubungi investor jika ada aktivitas akun yang dianggap mencurigakan, dan tim Customer Raiz siap membantu pengguna jika pengguna menengarai adanya aktivitas akun yang tidak lazim,” jelasnya.


Sejak diluncurkan di tahun 2018, aplikasi Raiz di Australia telah diunduh lebih dari 1,1 juta kali. Lebih dari 700 ribu orang telah membuka akun Raiz dan per tanggal 30 Juni 2019 Raiz Invest Australia memiliki lebih dari 194 ribu pengguna aktif dengan total dana kelolaan A$347 juta. Pengguna Raiz di Australia sebagian besar merupakan generasi milenial di rentang usia 18-35 tahun. Di Indonesia Raiz Invest mematok target 40,000 users sampai dengan akhir tahun 2019.


“Kami melihat adanya kesamaan antara kebutuhan generasi muda Australia dan Indonesia, khususnya di dalam hal aspirasi finansial. Aplikasi Raiz didesain untuk meminimalisir hambatan untuk memulai (barriers to entry), dengan menjadikan setiap kegiataan belanja sebagai kesempatan untuk berinvestasi. Dan karena proses investasi dari selisih belanja ini bersifat otomatis, perlahan namun pasti pengguna akan merasakan manfaat dari aplikasi Raiz. Lebih lanjut, fitur cicilan investasi (recurring investment) dan investasi seketika (lump sum) akan melengkapi kemudahan berinvestasi bagi pengguna. Selain itu, aplikasi Raiz Invest dilengkapi dengan sistem dan prosedur keamanan untuk memastikan data transaksi baik dari kartu debit dan uang elektronik sampai dengan dana simpanan di rekening penampung Raiz tersimpan dengan aman. Karena itu penting bagi untuk menganalisa reputasi dan jangkauan calon mitra gerbang pembayaran dan Manajer Investasi di Indonesia,” pungkas Melinda.


Pasca pengumuman soft-launch perusahaan di bulan Maret 2019 silam, Raiz terus melakukan promosi dan sosialisasi digital ke publik di mana saat ini minat masyarakat terhadap informasi dan peluncuran Raiz terus bertambah. Raiz Invest Indonesia telah memperoleh izin usaha sebagai Agen Penjual Efek Reksa Dana (APERD) dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Perusahaan juga terus membuka diri terhadap peluang kolaborasi khususnya dengan mitra yang memiliki misi, komitmen dan target yang sama, yakni bertumpu pada inovasi teknologi digital, mengusung misi membangun inklusi keuangan serta menyasar kalangan milenial dan first jobber.

***


Tentang Melinda N. Wiria

Melinda Natalia Wiria adalah Direktur Utama dan Chief Executive Officer PT Raiz Invest Indonesia. Ia memulai karirnya di Citibank, N.A., Jakarta sebagai Management Trainee dan kemudian sebagai Product Manager, Cash Management Product, Corporate Banking. Selanjutnya, ia bekerja sebagai Institutional Sales Manager di Fortis Investments Indonesia, Head of Institutional Sales di Manulife Aset Manajemen Indonesia dan Head of Marketing Communications di First State Investments Indonesia. Pada tahun 2018, Melinda bergabung dengan Raiz Invest sebagai salah satu pendiri Raiz Invest Indonesia.


Melinda meraih gelar Bachelor of Science in Engineering dari University of Pennsylvania dan Master of Science dari Stanford University, keduanya di Amerika Serikat. Ia juga memegang lisensi Wakil Manajer Investasi (WMI) dan Wakil Perantara Pedagang Efek – Pemasaran (WPPE-P) dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK).


Di luar kesibukan kerjanya, Melinda aktif menjadi kontributor di Portal Reksa Dana, dan selama menekuni karir di bidang institutional sales, Melinda aktif menulis artikel untuk Asosiasi Dana Pensiun Indonesia (ADPI). Ia juga sempat menjadi dosen marketing di Binus University International. Sebagai salah satu pendiri Advisory Board dan mentor untuk EducationUSA di Jakarta, Melinda membantu calon mahasiswa untuk mendapat informasi, arahan dan program mentoring dalam rangka mempersiapkan diri menempuh studi di Amerika. Pengalaman Melinda melakukan pelatihan dan diskusi dengan generasi muda menjadi salah satu faktor pendorong untuk membangun dan memperluas akses bagi semua orang untuk meraih mimpi masa depan mereka.


Tentang Raiz Invest Indonesia

PT Raiz Invest Indonesia (“Raiz”) terdaftar dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan telah memperoleh izin usaha sebagai Agen Penjual Efek Reksa Dana (APERD) dari OJK pada tanggal 10 Desember 2018 berdasarkan Surat Keputusan Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan Nomor KEP-19/PM.21/2018. Aplikasi Raiz pertama kali diluncurkan di Australia pada bulan Februari 2016 dan saat ini telah diunduh lebih dari 1,1 juta kali serta berhasil meraih berbagai penghargaan di industri teknologi finansial. Sebagai lembaga keuangan portabel untuk kaum milenial, Raiz bertujuan mendidik para penggunanya tentang literasi keuangan serta memfasilitasi inklusi keuangan, yang semuanya terintegrasi dalam satu aplikasi yang mudah digunakan.

© 2018 by Dialogue Communications

Indonesia Stock Exchange Building I

26th Floor (2608)

Jl. Jenderal Sudirman Kav 52 – 53

Jakarta 12190, Indonesia

  • Dialogue Communications
  • dialoguecomms.id
  • DialogueTunes