• Dialogue Communications

Sambut New Normal, Generasi Muda Optimis Indonesia Mampu Pulih Dalam 6 Bulan



Indonesia tengah menuju babak baru dalam menyikapi pandemi yang disebut dengan era new normal. Rencana ini merupakan langkah pemerintah pusat demi mewujudkan pemulihan ekonomi nasional. Sejumlah daerah di Indonesia pun bersiap untuk mengakhiri periode Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), di mana Jakarta baru saja mengumumkan rencana transisi Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) hingga akhir Juni, sementara wilayah lain seperti Surabaya tercatat berakhir pada 8 Juni, sebagian wilayah Jawa Barat seperti Karawang dan Bandung pada 12 Juni, dan Palembang pada 16 Juni.


Di tengah pro dan kontra masyarakat dalam menyikapi wacana ini, sejumlah generasi muda menyikapinya dengan optimis dengan berbagai pertimbangan. Melalui survei yang disebar ke 500 generasi muda berusia 16 – 35 tahun di wilayah DKI Jakarta, Banten, Jawa, Sumatera, dan Kalimantan, sekitar 40% (207 anak muda) menilai perekonomian nasional dapat pulih dalam kurun waktu 3-6 bulan, sementara 31% (157 orang) optimis waktu pemulihan bahkan bisa lebih singkat yaitu dalam 1-3 bulan saja.


Sambut New Normal dengan Optimisme & Sadar Protokol Kesehatan ala Generasi Muda

Adapun persepsi anak muda ini didukung oleh berbagai pemetaan kondisi personal di lapangan. Berdasarkan survei yang dilaksanakan pada 17 Mei lalu ini, 67.52% anak muda memiliki kondisi fisik ‘baik’ dan 26.14% lainnya ‘sangat baik’ selama pandemi.


Survei juga menunjukkan mereka sudah memiliki kesadaran yang tinggi dalam menekan penyebaran virus COVID-19. 85.9% responden mengaku sudah rutin menggunakan masker, 80.2% sudah mengurangi aktivitas di luar, dan 79.01% sudah rutin mencuci tangan dan menggunakan antiseptik. Temuan ini dapat menjadi cerminan positif yang menakar kesiapan masyarakat Indonesia beradaptasi di situasi new normal yang tengah berjalan, di mana protokol kesehatan akan diterapkan di seluruh aktivitas publik dan bisnis, termasuk pusat perbelanjaan, bioskop, dan tempat wisata yang kerap menjadi tempat beraktivitas anak muda.



Adapun kunci kesadaran tersebut terbentuk dengan 77.82% responden yakin bahwa peran generasi muda ‘sangat penting’ untuk mengatasi masalah ini. Mereka sepakat bahwa masyarakat adalah pihak yang perlu meningkatkan peran agar penyebaran virus tidak semakin parah, dengan tetap disiplin menjalankan protokol kesehatan meskipun aktivitas new normal nanti sudah berjalan.


Menurut survei yang didukung oleh Jakpat Mobile Survei, pemetaan kondisi anak muda selama pandemi ini digagas oleh tim produksi film KADET 1947. Produksi film KADET 1947 turut terkena dampak pandemi di mana proses syuting harus ditangguhkan sejak Maret 2020 lalu. Produser Film KADET 1947 Celerina Judisari mengatakan, “Kami ingin melihat sejauh mana kesiapan anak muda dan bagaimana kondisi fisik dan mental mereka menyikapi pandemi ini. Ternyata responnya cukup positif. Secara tidak langsung ini akan menjadi acuan kami untuk melanjutkan produksi film KADET 1947 segera. Saat ini kami juga sedang menyiapkan protokol kesehatan untuk mendukung kelanjutan produksi. Kami bekerja sama dengan tim medis dari salah satu rumah sakit di Jakarta untuk melaksanakan tes kesehatan bagi para kru dan cast, dan mengatur strategi untuk reading workshop dengan situasi yang ideal, secepatnya di bulan ini. Keselamatan seluruh tim jadi prioritas kami.”



Aktor KADET 1947, Kevin Julio, mengaku sebagai anak muda ia merasakan kondisi serupa dengan hasil survei di atas. “Sebagai anak muda usia produktif, selain karena alasan ekonomi, wajar banget kalau kita ingin cepat-cepat kembali berkarya ke masyarakat. Sikap yang udah ada sekarang kaya kritis terhadap informasi, dan punya kesadaran buat menjaga diri sendiri bakalan jadi modal kita buat beradaptasi sama new normal. Gue juga berharap pelan-pelan industri film bisa bangkit di era new normal ini, mulai dari kita para aktor dan kru yang segera melanjutkan produksi lagi, bioskop yang diharapkan bisa memfasilitasi masyarakat menonton film dengan jaga jarak, dan tentunya inisiatif dari masyarakatnya yang tertib pakai masker saat berkegiatan di luar rumah.” ujar Kevin Julio yang berperan sebagai Mulyono, salah seorang kadet (calon angkatan udara) di film KADET 1947.


Temuan survei juga mengungkapkan hiburan online seperti film dan konser menjadi pilihan aktivitas tertinggi bagi anak muda sebanyak 63.76% selama menghabiskan waktu di rumah. Melihat fakta tersebut, Celerina berharap film KADET 1947 nantinya dapat menjadi angin segar bagi generasi muda untuk menyambut lagi kebangkitan industri film Indonesia.


Film KADET 1947 diharapkan mampu menjadi refleksi bagi generasi muda masa kini untuk berkaca dari perjuangan generasi muda di masa lalu. Film KADET 1947 bercerita tentang sekelompok Kadet Angkatan Udara yang melakukan serangan udara pertama ke para tentara Belanda di masa-masa Agresi Militer Belanda saat itu. Saat ini, film KADET 1947 sedang menunggu situasi kondusif untuk melanjutkan produksi film kembali setelah tertunda pandemi. Film ini merupakan karya dari Temata dan didukung oleh Legacy Pictures dan Screenplay Films.



Infografik - Survei Online Peta Kondisi
.
Download • 1.58MB

Film KADET 1947 adalah film drama berlatar belakang sejarah yang diproduksi oleh Temata dan didukung oleh Legacy Pictures dan Screenplay Films. Film ini disutradarai oleh Rahabi Mandra dan Aldo Swastia. Film KADET 1947 terinspirasi dari peristiwa serangan udara pertama Indonesia ke tentara Belanda yang menduduki wilayah-wilayah di Indonesia pada saat Agresi Militer Belanda I tahun 1947. Aksi ini dilakukan oleh para kadet (calon siswa TNI Angkatan Udara) yang memiliki semangat untuk mempertahankan kemerdekaan Republik Indonesia saat itu.


Film KADET 1947 diperankan oleh deretan aktor dan aktris berbakat Indonesia yaitu Kevin Julio sebagai Mulyono, Baskara Mahendra sebagai Sutardjo Sigit, Ajil Ditto sebagai Suharnoko Harbani, Samo Rafael sebagai Bambang Saptoadji, Wafda Saifan sebagai Sutardjo, Fajar Nugra sebagai Kaput, Chicco Kurniawan sebagai Dulrachman, Andri Mashadi sebagai Agustinus Adisucipto, Ario Bayu sebagai Soekarno, Ibnu Jamil sebagai Halim Perdana Kusuma, Ramadan Al Rasyid sebagai Abdul Rahman Saleh, Mike Lucock sebagai Soerjadi Soerjadarma, Indra Pacique sebagai Soedirman, Hardi Fadhillah sebagai Kardi, Ernest Samudra sebagai Basyir Surya, Tatyana Akman sebagai Rosma, Lutesha sebagai Nila, dan Niken Anjani sebagai Rahayu.


Saat ini Film KADET 1947 sedang dalam proses produksi dan direncanakan dapat tayang pada penghujung tahun 2020 sebagai refleksi lintas zaman peranan generasi muda dan potensinya untuk negeri.


Every business owner surely has a rule of thumb when doing their daily operational business. Yet, having a go-to plan is not always work, especially when you are facing a great storm. As public relations agency, we are keen to promote flexible partnership with our clients as we are for sure understand how tough it is to build and sustain the ship. While you are enjoying our write-up, do let us know should you need further discussion on how to rejuvenate the communications strategy when the rainbow comes at last.

0 comments