• Dialogue Communications

Pentingnya Sebuah Brand Memiliki Purpose di Mata Konsumen



Di era yang semakin terdigitalisasi, pentingnya konten digital yang menarik bagi sebuah bisnis tentu tidak bisa dipungkiri lagi. Apalagi, restriksi kesehatan masa pandemi semakin mendorong masyarakat untuk meluangkan waktu lebih banyak di dunia maya. Peluang ini tentu saja turut disadari oleh kompetitor lainnya. Dalam persaingan konten yang semakin ketat di era pandemi, keberhasilan strategi konten sering dikaitkan dengan budget atau anggaran yang tinggi. Padahal tidak semua bisnis memiliki alokasi yang besar untuk konten digital, terlebih banyak bisnis yang perlu mengencangkan ikat pinggang di tengah iklim ekonomi yang serba tak menentu. 


Dilansir dari Campaign Asia, konten yang menarik sejatinya bisa diwujudkan dengan anggaran yang masuk akal. Tentunya, diperlukan perencanaan matang serta ide-ide segar nan transformatif untuk menghadirkan konten yang lebih bernilai di mata konsumen. Harapannya, konten tersebut dapat memenuhi target pemasaran secara maksimal.


Dalam hal ini perencana konten dapat menyesuaikan target beriringan dengan tahapan-tahapan pada sales funnel yang secara berurutan terdiri dari top, middle, dan bottom.

Pada top funnel, konten dibuat dan ditujukan untuk meningkatkan awareness calon konsumen. Harapannya, konten dapat meningkatkan minat calon konsumen dan traffic ke situs web atau media sosial. Pada tahap ini, perencana konten dapat menerapkan ‘act-vertising di mana konten berfokus pada aksi untuk good cause atau misi sosial tertentu. Misalnya, strategi LVMH dalam menyediakan booth sanitizer gratis di rumah sakit Prancis. Perencana konten juga dapat berkolaborasi penyedia layanan streaming secara khusus untuk mengoptimalisasi traffic.



Pada tahapan funnel selanjutnya, konten dapat digunakan untuk menghasilkan prospek penjualan. Pada bagian ini tim dapat berfokus mengoptimalisasi situs web. Menambah video pada situs, salah satunya, merupakan cara yang efektif karena algoritma mesin pencari Google memprioritaskannya masuk ke laman pencarian awal.


Kemudian, pada bagian terakhir, strategi difokuskan untuk menjadikan konsumen sebagai brand advocate melalui skema testimoni. Penggunaan cross-selling dan up-selling juga direkomendasikan guna memaksimalkan penjualan.


Rangkaian strategi ini merupakan gambaran umum dan sederhana dari strategi pemanfaatan konten dengan anggaran minimal. Dengan tetap melihat konteks masing-masing bisnis, perubahan kecil dan sederhana pada konten seperti yang digambarkan di atas seyogyanya dapat berdampak positif bagi penjualan di tengah era digital ini.



Written by: Rizky Sagita Daniar


Every business owner surely has a rule-of-thumb when doing their daily operational business. Yet, having a go-to plan is not always work, especially when you are facing a great storm. As public relations agency, we are keen to promote flexibility partnership with our clients as we are for sure understand how tough it is to build and sustain the ship. While you are enjoying our write-up, do let us know should you need further discussion on how to rejuvenate the communications strategy when the rainbow comes at last.

Access here to Reverberate your Rebound!

© 2018 by Dialogue Communications

World Trade Center (WTC), 10th Floor

Jl. Jendral Sudirman Kav. 29-31

Jakarta, 12920

  • Dialogue Communications
  • dialoguecomms.id
  • DialogueTunes