• Dialogue Communications

Paradoks Karakter Antagonis Terbalut Komunikasi Politik Manis



Komunikasi, dalam bentuk apapun, merupakan medium sangat penting agar apa yang kita inginkan tercapai. Dalam film Our Brand is Crisis (2015), misalnya, komunikasi politik dirancang agar karakter seorang calon presiden dipoles sedemikian rupa agar tampak seperti juru selamat bagi negara. Padahal, karakter si calon presiden yang temperamen menjadi batu sandungan cukup besar dalam peta persaingan dengan calon-calon lainnya. Tanpa bermaksud menjadi kritikus film, karena penulis hanyalah penikmat film, tulisan ini mencoba mengulas lebih jauh soal pentingnya punya pedoman bagi seorang praktisi komunikasi.


Pedoman atau pegangan tadi, menjadi krusial untuk menunjukkan kiblat sang praktisi dalam menjalankan bisnisnya, serta membantu para klien-kliennya kelak dalam mencapai tujuan. Namun, dalam perjalanannya, brief dari klien tidak selalu sejalan dengan nurani. Hal inilah yang membuat pedoman dibutuhkan. Apakah moral compass dalam komunikasi politik masih berperan, atau selama invoice tertagih dengan angka yang disepakati, maka kompas itu bisa dibelokkan.



Menjadi praktisi komunikasi artinya memberikan nilai kepada client. Eksekusi bisa ditiru, strategi bisa diamati, namun value advisory, tidak. Inilah yang membuat tim kampanye presiden Bolivia di film Our Brand is Crisis menyusuri jalanan bersalju di pegunungan terpencil untuk menjemput sosok konsultan yang menyepi dari huru-hara perpolitikan Amerika Serikat kala itu. 


Pun di luar komunikasi politik, value advisory oleh seorang communications dan public relations consultant juga sangat penting untuk menunjukkan keberpihakan pada gagasan client. Sayangnya, kerap fungsi advisory ini diabaikan oleh pihak-pihak yang condong pada results jangka pendek. Hasilnya, kemenangan demi kemenangan brand, perusahaan, atau kemenangan atas personal branding pun tidak akan cukup bertahan lama, jika end-game nya juga dipatok pada ukuran tanggal.

Seperti di film tersebut, end-game Jane sang konsultan politik adalah tanggal pemilu. Ketika kemenangan sudah dikantongi, ia dan tim-nya melenggang kembali pulang, tanpa peduli dengan kerusakan dan resiko jangka panjang yang terjadi setelahnya. Pun begitu dengan general business yang menjalankan strategi komunikasi berbasis Business As Usual. Dalam kondisi tidak ada apapun yang disampaikan kepada publik, proaktif memberikan informasi harus tetap berjalan. Kecuali, brand Anda sudah sebesar perusahaan-perusahaan raksasa yang memonopoli segmen tertentu. Itu, beda cerita. Terakhir, kepemilikan pedoman bagi konsultan dan pemanfaatan advisory bagi client, rasanya merupakan salah dua dari pelajaran yang didapat dari film ini.


Written by: Neily Cholida / Vanya Viranda / Rizky Sagita Daniar


Getting closer to your costumer is important, but letting them get a taste of experience to learn your brand, is beyond greatness. We believe that as customers, could grow accustome to a certain loyalty toward brands. That at least, can be proven on my long lists of personal hygine brands in my bathroom, or basic staple foods in my kitchen! The key is to enabling your brand speaks wisdom and communications may boost the significance even bigger. As public relations agency, we understand the situation that you are going through. Check on our portfolio and brand new offering for ventures who wishes to kickstart the branding and communications strategy within the new normal. Check out our latest offer here!

© 2018 by Dialogue Communications

World Trade Center (WTC), 10th Floor

Jl. Jendral Sudirman Kav. 29-31

Jakarta, 12920

  • Dialogue Communications
  • dialoguecomms.id
  • DialogueTunes