• Dialogue Communications

Mengenal Domain Experts dan Perannya Sebagai Corong Validasi Publik di Sosial Media

Kebutuhan informasi masyarakat modern saat ini telah banyak diakomodir oleh berbagai sumber dan platform. Jika dulu publik sangat mengandalkan update dari media mainstream, kini kebutuhan tersebut sudah lumrah didapat dari platform sosial media. Sumbernya pun beragam, publik tidak hanya mencerna pemberitaan yang datang dari akun resmi portal berita atau pemerintahan. Seiring pesatnya perkembangan platform digital, publik semakin terbiasa dengan kehadiran sosok individu yang bisa jadi merupakan ahli di bidangnya – dengan atau tanpa afiliasi dengan organisasi manapun – atau bahkan figur yang tidak memiliki latar belakang keahlian khusus, namun gemar berbicara di ranah publik dengan ragam topik. Sosok terakhir ini adalah yang kerap kita sebut dengan influencer. 



Pemilihan influencer sebagai salah satu sumber yang dipercayai publik untuk memahami sebuah isu terkini nyatanya cukup berpengaruh dalam pembangunan image influencer itu sendiri. Semakin banyak engagement yang didapat, semakin kuat pula “validasi” sosok tersebut dalam membawakan topik-topik yang digemari publik. 

Meskipun demikian, di balik ketenaran para influencer tadi, ada beberapa isu yang pada akhirnya dianggap publik perlu diperkuat lagi keterangannya dari seseorang yang memahami betul seluk beluk isu tersebut. Ambil contoh pada masa pandemi COVID-19, ranah sosial media dipenuhi oleh para influencer yang merasa perlu “ambil peran atau ambil cuan” dalam momentum ini. Beberapa di antara mereka menjalankan perannya dengan sangat baik melalui kampanye-kampanye kesehatan atau sekedar ajakan sederhana kepada followers-nya untuk selalu melakukan prosedur kesehatan sederhana. 


Namun, ada pula influencer yang membuat resah publik dan praktisi kesehatan dengan mempraktikkan contoh-contoh menjaga diri yang nyeleneh dan sama sekali tidak dibenarkan oleh standar medis. Kedua perilaku influencer mainstream ini sama-sama mendapat reaksi oleh publik (netizen) dan tanpa disadari, reaksi tersebut ujung-ujungnya akan menguntungkan si influencer sendiri. Toh, respon baik dan buruk, sama-sama cuan ketika dikonversi dalam engagement rate.


Belakangan, telah muncul kesadaran akan hal di atas oleh masyarakat, ditambah lagi, saat ini sudah banyak para praktisi kesehatan yang merasa harus turun tangan untuk membenarkan persepsi publik soal prosedur penanggulangan pandemi yang benar. Tidak hanya di ranah medis, sering kita jumpai politisi, psikolog, pakar hukum dan masih banyak ahli lainnya yang akhirnya “turun gunung” untuk bersuara di platform sosial media. Mereka adalah yang kemudian disebut sebagai domain expert. Para influencer yang muncul atas kebutuhan publik akan sosok kredibel dimana informasi darinya dipandang valid dan dapat dipertanggung jawabkan. 

Menariknya, trend domain experts ini dipandang oleh pengamat komunikasi sebagai suatu trend yang mungkin akan menggantikan pamor para influencer mainstream. Setidaknya untuk isu-isu tertentu yang membutuhkan latar belakang keahlian mumpuni. Mengapa hal demikian mungkin terjadi? 


Dalam tulisannya, Surekha Ragavan menyatakan domain experts bisa menyederhanakan kompleksitas teori menjadi bahan konsumsi publik. Selain itu, tujuan untuk mengedukasi biasanya disampaikan secara humanis agar publik merasa dekat dengan keseharian mereka dan pada akhirnya secara tidak sadar dipraktikkan dalam kehidupan sehari-hari. 



Pada akhirnya, keberadaan domain experts sebagai influencer merupakan suatu kemajuan yang patut diapresiasi. Kehadiran mereka bisa menjadi penyeimbang atau bahkan panduan masyarakat yang haus akan informasi spesifik terkait isu terkini. Tentunya, baik influencer mainstream atau domain experts keduanya punya andil untuk mengemas konten-konten yang dapat dipertanggung jawabkan, dan tentunya sesuai dengan latar belakang keahlian. Karenanya, menyediakan panggung yang tepat juga menjadi tugas para praktisi media dan komunikasi publik ke depan. Keberadaan sosok inilah yang harus diperbanyak dalam jagat sosial media Indonesia, karena mendapat informasi dan edukasi yang benar adalah hak semua orang.


Ditulis oleh: Neily Cholida

Getting closer to your costumer is important, but letting them get a taste of experience to learn your brand, is beyond greatness. We believe that as customers, could grow accustome to a certain loyalty toward brands. That at least, can be proven on my long lists of personal hygine brands in my bathroom, or basic staple foods in my kitchen! The key is to enabling your brand speaks wisdom and communications may boost the significance even bigger. As public relations agency, we understand the situation that you are going through. Check on our portfolio and brand new offering for ventures who wishes to kickstart the branding and communications strategy within the new normal. Check out our latest offer here!

© 2018 by Dialogue Communications

World Trade Center (WTC), 10th Floor

Jl. Jendral Sudirman Kav. 29-31

Jakarta, 12920

  • Dialogue Communications
  • dialoguecomms.id
  • DialogueTunes