• Dialogue Communications

CMO Tetap Optimis Mencapai Hasil Maksimal ditengah Pandemi, Anggaran Jadi Tantangan



“Do more with less” menjadi kunci para CMO (Chief Marketing Officer) demi menyelaraskan pengeluaran mereka dengan tujuan perusahaan di tengah pandemi.


Kondisi pandemi saat ini memaksa banyak perusahaan untuk 'hemat' karena aktivitas pasar yang menurun. Hal ini tentu menjadi tantangan bagi para marketer dalam melakukan kegiatan-kegiatan pemasaran perusahaan. Untuk lebih memahami situasi yang tengah terjadi, 10Fold, perusahaan agensi konten dan komunikasi untuk perusahaan B2B yang bergerak dalam bidang teknologi, melakukan survey terhadap 150 eksekutif pemasaran dari perusahaan teknologi B2B, yang mewakili lima persen perusahaan teknologi B2B di Amerika Serikat


Survey ini dilakukan untuk menguji apakah para marketer pada perusahaan teknologi B2B telah mampu mengatasi tantangan akibat pandemi seperti anggaran yang menurun, tuntutan akan hasil yang maksimal, dan berkurangnya pilihan strategi pemasaran untuk memenuhi target KPI mereka.


Hasil dari survey ini mengatakan bahwa sebagian besar KPI (Key Performance Indicators) para CMO tetap sama seperti sebelum adanya pandemi, walaupun 61% dari mereka mengalami pemotongan anggaran.


Anggaran yang lebih sedikit untuk hasil yang sama

Bagaimana para CMO selama ini mengukur hasil kinerja mereka? KPI, menjadi pilihan yang digunakan oleh 91% eksekutif pemasaran di perusahaan teknologi B2B. Hasil survey ini menjelaskan bahwa sebanyak 61% anggaran pemasaran dikurangi, namun jauh lebih dari setengah (60%) melaporkan bahwa KPI pemasaran tidak berubah, meskipun ada pengurangan anggaran. Dengan tantangan yang begitu banyak akibat pandemi, seperti anggaran yang berkurang, event yang tidak berjalan, berkurangnya leads, dan adanya PHK, hal ini sungguh menempatkan para eksekutif pemasaran pada posisi sulit. Sementara itu, KPI yang turun hanya dinikmati oleh 25% eksekutif pemasaran, bahkan 10% dari mereka mengalami kenaikan KPI.


Menjadi tekanan yang baik bagi para CMO

Hebatnya, meski adanya pengurangan anggaran, 82% CMO berhasil mencapai target KPI mereka, walaupun mereka tidak berharap adanya bonus di tahun ini. Ditilik lebih lanjut, para CMO diminta memberikan prediksi apakah mereka bisa mencapai target KPI mereka di akhir tahun 2020, sebanyak 70% dari mereka optimis akan mencapai KPI.


Susan Thomas, CEO 10Fold.“CMO perusahaan teknologi B2B sedang menghadapi tantangan yang cukup berat karena harus “melakukan lebih dengan porsi sedikit”, namun tantangan akibat pandemi akan memberikan mereka inspirasi untuk melakukan inovasi. Tahun ini, para pemimpin pemasaran harus berjuang untuk menyelaraskan pengeluaran mereka dengan tujuan perusahaan, dan bagi beberapa perusahaan, hal itu berarti mendukung penjualan.”


Susan juga menyampaikan hal penting dari survey ini bahwa dampak jangka panjang pandemi akan mempengaruhi strategi pemasaran di masa depan. Para pemimpin pemasaran memutuskan bahwa mereka tidak akan lagi bergantung pada interaksi tatap muka untuk mendatangkan leads, dan akan beralih kepada program baru yang lebih inovatif dan mudah pengukurannya.


Event virtual masih menjadi primadona di 2021

Ketika ditanya akan rencana untuk tahun 2021 dan seterusnya, 79% dari responden berkata bahwa pandemi telah merubah cara mereka melakukan penganggaran untuk program pemasaran kedepannya. Belajar dari tahun 2020, strategi mereka untuk mencapai KPI adalah dengan memprioritaskan pengeluaran utama mereka untuk event virtual, webinar, dan optimisasi konten digital. Apa yang para CMO hilangkan ketika adanya pengurangan anggaran adalah menghilangkan adanya konferensi, iklan digital, public relations, dan paid social media.


Membuka tahun 2021, CMO mengaku akan tetap merasakan tekanan untuk memberikan hasil yang maksimal dengan anggaran yang lebih sedikit. CMO akan tetap mengadaptasi strategi semasa pandemi yang berfokus pada kanal pemasaran yang paling berdampak seperti media sosial tidak berbayar, webinar, dan event virtual. CMO tetap tidak akan merencanakan adanya event tatap muka kedalam anggaran 2021 mereka, dan sebaliknya beralih fokus kepada inisiatif digital yang pengukuran hasilnya lebih mudah.


Written by: Shelia Regita Pasaribu

Getting closer to your costumer is important, but letting them get a taste of experience to learn your brand, is beyond greatness. We believe that as customers, could grow accustome to a certain loyalty toward brands. That at least, can be proven on my long lists of personal hygine brands in my bathroom, or basic staple foods in my kitchen! The key is to enabling your brand speaks wisdom and communications may boost the significance even bigger. As public relations agency, we understand the situation that you are going through. Check on our portfolio for ventures who wishes to kickstart the branding and communications strategy within the new normal.

0 comments