• Dialogue Communications

Cara Brand Mempengaruhi Konsumen melalui Emotional Branding



Pelanggan merupakan kunci utama keberlangsungan sebuah brand. Mulai dari strategi pemasaran hingga komunikasi digencarkan oleh pemilik brand agar mampu mengakuisisi konsumen lebih banyak lagi. Namun, seringkali strategi pemasaran brand tidak sesuai dengan apa yang dibutuhkan oleh calon pelanggan dan hanya menyasar konsumennya saja. Untuk itu, brand perlu mempertajam kembali strategi dalam memenangkan hati calon pelanggan. Salah satunya adalah melalui emotional branding


Dilansir dari laman resmi Tech in Asia, berbagai riset menunjukkan bahwa faktor terbesar yang mempengaruhi perilaku konsumen adalah emosi. Selain itu, Psychology Today, mengungkapkan bahwa meskipun pelanggan berpikir secara rasional dan emosional, tetapi dalam melakukan pembelian sebagian besar dipengaruhi oleh emosional.


Emotional branding adalah sebuah medium maupun tindakan yang dilakukan brand untuk membina hubungan dengan pelanggan melalui pengembangan sebuah dialog pribadi dengan konsumen sehingga tercipta ikatan emosi antara brand dengan pelanggan.  

Namun, Harvard Business Review  masih melihat adanya kesenjangan yang perlu dipahami oleh pelaku brand untuk melihat keterkaitan antara konsumen dan calon pelanggan mereka secara mendalam. Dengan demikian melalui emotional branding, sebuah brand dapat menjadi relevan dengan memperhatikan dua hal berikut.


Pertama, langkah mendasar yang sangat krusial ialah memahami dan menyelaraskan kepentingan konsumen dan calon pengguna. Hal ini memerlukan proses yang mendalam dari mulai riset karakteristik calon pelanggan, kondisi tren pasar, hingga kebutuhan apa yang benar-benar dibutuhkan oleh mereka.


Seperti Classkick misalnya, sebuah startup yang berhasil meraup kesuksesan karena mendengar kebutuhan calon pelanggannya. Dengan menghadirkan sebuah perangkat lunak untuk sistem pengajaran di kelas, Classkick membantu guru untuk dapat memantau kemajuan setiap siswa secara real time dan memungkinkan guru untuk memberikan pujian, dorongan, atau koreksi secara personal kepada siswa. Begitupun dengan siswa membuat mereka tidak malu bertanya dan berinteraksi dengan teman sekelas. 



Eargo, sebuah startup alat bantu dengar berbasis di Silicon Valley yang didirikan pada 2010 berusaha untuk menawarkan layanan alat bantu dengar dengan harga yang lebih murah, akses yang lebih mudah dengan delivery, dan tim customer service yang dilatih dengan baik untuk memahami calon pembeli yang berbeda dari kompetitornya. Eargo berusaha untuk menyampaikan pesan kepada calon pembelinya bahwa gangguan pendengaran bukan sekedar masalah medis, melainkan sebagai masalah relasional. Apabila calon penggunanya memiliki pendengaran yang lebih baik, kualitas percakapan dengan orang yang mereka sayangi akan lebih mudah dan membuat hubungan mereka lebih harmonis. Oleh karena itu, brand ini berhasil untuk membina hubungan dengan calon pelanggan dengan pendekatan berbeda dan lebih relevan dalam menjawab masalah calon penggunanya.


Kedua, emotional branding dapat diperoleh melalui pengemasan konten yang menginspirasi calon pelanggannya. Konten yang menginspirasi harus dapat mewakilkan empat pilar utama dalam emotional branding, yaitu hubungan, pengalaman pancaindra, imajinasi, dan visi. Keempat pilar ini nantinya dapat mengaktifkan hormon okstitosin di otak setiap individu yang berfungsi untuk mengeluarkan perasaan empati, dan perasaan terhubung dengan brand terkait. Berkaca dari Khong Guan yang membuat iklan anime version dengan mengambil tema Ramadhan yang menyentuh hati audiensnya untuk menyampaikan pesan agar tahun ini melakukan lebaran di rumah saja. Video ini memberikan visual yang menarik dan story line yang sangat relevan dengan kondisi di tengah pandemi saat ini, terbukti dalam waktu kurang dari seminggu iklan bertajuk “Sebuah Kenangan Manis - Khong Guan Anime Ver. (4K)” berhasil meraih lebih dari 1 juta penonton.  



Tokopedia mengeluarkan video bertajuk Seller Story, rangkaian video yang menceritakan kisah inspiratif dari para penjual di Tokopedia. Konten ini memperlihatkan keseharian penjual membangun bisnisnya dan hal yang bisa dipelajari dari kisah hidup mereka. Tokopedia berusaha untuk memengaruhi calon pelanggan dari sisi penjual yang secara tidak langsung juga mendorong emosional calon pembeli di Tokopedia karena video ini berhasil membukukan sekitar lebih dari 8K-6M penonton. 



Melihat dari dua hal ini, strategi emotional branding dapat dikemas dan dikembangkan lebih lanjut sesuai dengan pesan yang ingin disampaikan oleh pelaku brand dengan komunikasi kreatif masing-masing pihak. Hal yang perlu digaris bawahi ialah bahwa calon pelanggan berperan penting untuk reputasi brand secara berkelanjutan, sehingga penting untuk benar-benar mengenali pasar brand yang dituju dengan pendekatan yang sesuai. Praktisi PR dapat memadukan konsep emotional branding dengan storytelling yang meyakinkan untuk menarik calon audiens, karena brand memiliki peluang lebih besar untuk terhubung dengan audiens. Bercerita dengan sentuhan emosional adalah kuncinya — orang cenderung lebih berhubungan dengan kisah hidup, sehingga key message dari brand dapat relevan secara budaya, sensitif secara sosial, dan hadir pada seluruh titik kontak konsumen maupun calon pelanggan. Hal ini lebih berdampak dari hanya sekadar konten yang hanya mempromosikan atau menonjolkan suatu produk.


Written by: Margaretha Nazhesda


Getting closer to your costumer is important, but letting them get a taste of experience to learn your brand, is beyond greatness. We believe that as customers, could grow accustome to a certain loyalty toward brands. That at least, can be proven on my long lists of personal hygiene brands in my bathroom, or basic staple foods in my kitchen! The key is to enabling your brand speaks wisdom and communications may boost the significance even bigger. As public relations agency, we unnderstand the ssituation you are going through. You may check on our portfolio and brand new offering for ventures who wishes to kickstart the branding and communications strategy within the new normal. Check out our latest offer here!

© 2018 by Dialogue Communications

World Trade Center (WTC), 10th Floor

Jl. Jendral Sudirman Kav. 29-31

Jakarta, 12920

  • Dialogue Communications
  • dialoguecomms.id
  • DialogueTunes