• Dialogue Communications

ALAMI Sepakati Komitmen Pendanaan Syariah Pertama di Asia Tenggara Lewat Lima Investor Multinasional

Perusahaan fintech peer to peer (P2P) lending syariah ALAMI hari ini mengumumkan komitmen kerja sama dengan lima investor berskala multinasional. Kerjasama ini terangkum dalam inisiatif penandatanganan nota kesepahaman (Memorandum of Understanding) dimana untuk pertama kalinya di kawasan Asia Tenggara terjadi kesepakatan pendanaan/ fundraising berbasis syariah yang dilakukan oleh kalangan investor.


Adapun investasi di tahap seedround ini dipimpin oleh Golden Gate Ventures dengan skema akad musyarakah. Beberapa nama investor yang bergabung dalam komitmen pendanaan ini yakni Agaeti Ventures, RHL Ventures, Tryb, dan seorang angel investor Aamir Rahim dari Singapura. Kelima investor ini bersepakat untuk memberikan suntikan modal kepada ALAMI dengan prosedur yang sesuai dengan syariat Islam. Menurut CEO ALAMI Dima Djani, pihaknya saat ini terus berupaya mengenalkan nilai-nilai syariah dalam setiap prosedur kerjasama dengan pihak mitra, termasuk dengan para calon investor. Hal ini dilakukan untuk menunjukkan komitmen ALAMI dalam mengimplementasikan esensi syariah tidak hanya dalam produk dan layanan, namun juga sampai ke sumber pendanaan yang menjadi landasan ALAMI menjalankan kegiatan operasionalnya.



“Sebagai perusahaan yang menawarkan produk dan jasa berbasis syariah, kami ingin memberikan nilai tambah kepada bisnis dan juga stakeholders dimana ALAMI saat ini juga merambah prinsip syariah dalam prosedur mengumpulkan pendanaan. Hal ini merupakan hal yang baru dimana untuk pertama kalinya, perusahaan startup syariah Indonesia sukses mengajak investor untuk melakukan pendanaan yang berbasis syariah. Kami berharap ke depannya, akan semakin banyak investor yang terbuka dengan skema fundraising seperti ini, khususnya untuk permodalan ke perusahaan startup syariah,” tutur Dima.


Adapun akad yang dijalankan dalam pendanaan ini adalah akad musyarakah yang memiliki fatwa dari Dewan Syariah Nasional (DSN) MUI No.08/DSN-MUI/IV.2000. Salah satu hal yang membedakan dalam akad ini adalah, apabila terdapat kerugian, maka akan dibagi berdasarkan porsi modalnya. Upaya ALAMI untuk meyakinkan para investor tentang akad musyarakah dilandaskan pada kepercayaan investor tentang model bisnis ALAMI dan juga refleksi atas pertumbuhan gaya hidup muslim modern yang kini sudah merambah ke banyak sektor, termasuk finansial.


Lebih lanjut, Dima memandang saat ini Indonesia telah lebih terbuka terhadap pengembapnagn peta jalan ekonomi syariah dan industri halal. Berdasarkan data Global Islamic Finance Report (GIFR) 2019 yang dirilis Cambridge Institute of Islamic Finance (Cambridge IIF), Indonesia menempati urutan teratas dengan skor 81,93 melesat dari sebelumnya 57,8. Berdasarkan penilaian tersebut, Indonesia dianggap telah mencatatakan kemajuan dari perkembangan regulasi serta peningkatan ekosistem industri perbankan dan keuangan syariah. Selain itu, dari sisi dukungan pemerintah, ekosistem keuangan syariah juga semakin diperkuat dengan peluncuran Masterplan Ekonomi Syariah Indonesia (MEKSI) 2019-2024.


“Para investor tersebut tentunya sudah menakar potensi market di Indonesia berdasarkan kondisi eksternal dan internalnya. Dari sisi internal perusahaan, ALAMI berhasil menunjukkan kesiapan perusahaan dan rencana bisnis yang matang untuk menyediakan lebih banyak lagi akses ke permodalan bagi UKM di Indonesia.” tutup Dima.


Penandatanganan kesepakatan atas komitmen pendanaan syariah ini menjadi milestone penting bagi ALAMI untuk terus memperluas kualitas layanan kepada masyarakat lewat penambahan talent, serta memperkuat struktur operasional perusahaan, dan adaptasi teknologi yang lebih advance.

© 2018 by Dialogue Communications

World Trade Center (WTC), 10th Floor

Jl. Jendral Sudirman Kav. 29-31

Jakarta, 12920

  • Dialogue Communications
  • dialoguecomms.id
  • DialogueTunes